Assalammu'alaikum,
Saudara-saudara seiman,
Bagaimana kabarnya di Pagi ini?
Semoga Allah SUBHAANAHU WATA'ALA selalu memberikan Keberkahan, Rezeki Yang Barokah yang berlimpah pada semuanya, dijadikan keluarga yg Sakinah Mawadah Warrahmah. Aamiin.
Mungkin bagi banyak entrepreneur, sebuah rencana bisnis atau yang lazim disebut dengan business plan bukan merupakan syarat mutlak dalam menjalankan sebuah usaha yang sukses. Namun, jika ditilik lebih lanjut peran sebuah rencana bisnis dalam perkembangan sebuah usaha ternyata sangat vital. Sebuah rencana bisnis merupakan faktor krusial dalam keberhasilan pendirian sebuah usaha dan sering dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari penentuan kelayakan pemberian dana kredit.
Rencana bisnis biasanya berupa sebuah dokumen tertulis yang dengan jelas menggambarkan dan menganalisis usaha Anda, dan memberikan informasi yang rinci mengenai tujuan jangka pendek dan jangka panjang, strategi pencapaian tujuan, dan kelebihan serta kelemahan perusahaan sehubungan dengan pasar yang disasar. Sebuah rencana bisnis yang ideal akan dapat memberikan peluang yang lebih baik dalam membantu menemukan investor potensial dan merupakan panduan yang efektif yang dapat Anda gunakan untuk memantau perkembangan usaha di masa datang. Berikut ini merupakan enam langkah mudah dalam menyusun sebuah rencana bisnis yang baik bagi usaha Anda:
Langkah 1
Gambarkan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Bagian ini harus digunakan untuk membahas dengan intensif produk atau jasa yang Anda jual, dan menjelaskan keuntungan apa saja yang dapat diperoleh konsumen. Selain itu, cantumkan bagaimana dan di mana produk Anda akan dibuat. Jika Anda menjalankan suatu usaha eceran, pastikan bahwa Anda berikan rincian mengenai lokasi usaha dan demografi wilayah. Di samping itu, Anda harus memasukkan informasi tentang persaingan yang Anda hadapi, dan sebutkan pula kendala dan tantangan yang harus diatasi sebelum produk itu mampu mencapai pasaran.
Langkah 2
Analisis pasar Anda di bagian ini. Sertakan informasi mengenai kebutuhan pelanggan, bagaimana Anda berkeinginan untuk mencapai pelanggan, bagaimana Anda berencana untuk mengiklankan produk atau jasa yang Anda tawarkan, dan sebanyak apa uang yang hendak Anda belanjakan untuk menegaskan besar dan pertumbuhan potensi pasar yang Anda garap. Anda harus sertakan juga rencana detil yang menunjukkan bagaimana Anda akan menyalurkan barang hingga ke tangan konsumen.
Langkah 3
Tentukan persaingan Anda dan jelaskan keuntungan yang usaha Anda miliki dari pesaing dalam ceruk pasar yang disasar. Bagian ini dianggap penting bagi investor dan Anda harus gunakan sebagai sarana untuk menonjolkan kekuatan usaha Anda dan kelemahan pesaing Anda. Namun, penting juga untuk tetap realistis dan jujur terhadap diri sendiri dan pihak yang akan menjadi sumber dana Anda.
Langkah 4
Gambarkan struktur, manajemen, dan strategi operasional perusahaan Anda. Di sini, berikan penjelasan mengenai manufaktur, pembelian, pemilihan staf, dan pemerolehan peralatan yang diperlukan dan fasilitas untuk usaha Anda. Anda harus menyertakan informasi mengenai bagaimana Anda akan membangun hubungan dengan vendor dan menonjolkan pengalaman tim manajemen Anda. Investor ingin mengetahui apakah tim manajemen Anda memahami pasar dan produk, serta memiliki pengalaman yang diperlukan untuk memulai usaha dengan baik dan menjalankannya.
Langkah 5
Berikan informasi keuangan yang akurat dan mendetil untuk digunakan oleh investor potensial. Anda diwajibkan untuk memberikan informasi keuangan prospektif (masa datang) dan historis (masa lalu). Ini juga termasuk laporan keuangan dan laporan kas setiap tahun selama usaha Anda telah berjalan (biasanya 3 hingga lima tahun) dan Anda harus menjelaskan secara langsung ekspektasi dan pendapatan yang diharapkan di masa datang. Jaminan yang tersedia harus didaftar karena bisa menjadi sebuah faktor saat Anda mencoba untuk mendapatkan pendanaan.
Langkah 6
Ciptakan ringkasan eksekutif yang persuasif. Ini bisa ditambahkan di bagian awal rencana bisnis, tetapi bisa dibuat di akhir penulisan rencana bisnis. Ringkasan eksekutif ini sebaiknya memuat informasi mengenai sejarah perusahaan, garis besar tujuan Anda, deskripsi produk atau jasa, informasi mengenai pasar dan taksiran pertumbuhan, ringkasan mengenai tim manajemen Anda, dan sebuah pernyataan kuat mengenai kekuatan usaha dan mengapa Anda menginginkannya berhasil. Ringkasan eksekutif ini sebagian besar ialah rangkuman rencana bisnis Anda. Bedanya, ia harus ditulis sedemikian rupa agar pembaca (investor) untuk membaca lebih lanjut hingga selesai. Batasilah ringkasan eksekutif menjadi satu atau dua halaman.
Salam Perubahan,
Bayu Prasetyo
www.BayuPrasetyo.com
www.PAM-Improvement
Follow: @MotivaBisnis
FB: Bayu MotivaBisnis Prasetyo
PIN: 228CA42D
Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/13910-6-langkah-membuat-rencana-bisnis.html
Tampilkan postingan dengan label Peluang Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peluang Bisnis. Tampilkan semua postingan
Selasa, 08 Januari 2013
6 Langkah Membuat Rencana Bisnis Yang Baik
Selasa, 05 Juni 2012
TIPS MEMANJAKAN CLIENT AGAR TETAP 'LENGKET'
Selamat Pagi Sahabat-Sahabat Bayu Prasetyo Seluruh Indonesia,
Bagaimana kabarnya di hari ini?
Tentu semua sahabat Luar Biasa Baik.
Kali ini saya akan membagikan beberapa tips agar Clients kita tetap 'Lengket':
1. Tepat waktu atau Lebih Awal, Jangan Pernah Terlambat
Konsistensi merupakan hal yang paling diinginkan para klien di hampir semua industri. Di luar fakta apakah klien itu sendiri tepat waktu atau tidak, mereka benci disuruh menunggu di pertemuan apa pun. Sayangnya, konsistensi dengan klien lama kerap 'kedodoran' setiap ada klien atau bisnis baru.
Usahakan untuk selalu seimbang antara menambah bisnis baru dengan menjaga kebahagiaan klien lama. Software manajemen klien dan berbagai inovasi lainnya telah mengubah proses tradisional jadi otomatis, tapi poin esensialnya belum berubah banyak.
2. Jujur,
Ketika pasar sedang bagus dan bisnis sedang booming, para profesional ramai-ramai mengklaim dirinya lah yang berjasa atas kesuksesan itu. Sedangkan kondisi ekonomi yang biasanya disalahkan ketika pasar menjadi bearish.
Melempar kesalahan dan mencari-cari alasan adalah keahlian atlet profesional yang ketahuan menggunakan doping. Infiltrasi sikap ini ke pelayanan finansial merupakan masalah besar. Orang berintegritas akan bertanggungjawab atas kesalahan yang dibuatnya. Entah murni disebabkan oleh situasi pasar, kejadian tak terduga atau pun kesalahan pribadi.
Pasti klien marah, tapi sebagian besar orang lebih menghargai kejujuran. Cara lain untuk memperhalus dampak kesalahan masa lalu berarti menipu semua klien Anda. Menyembunyikan kesalahan untuk menghasilkan hal baru adalah seperti yang dilakukan mantan bos Nasdaq Bernie Madoff.
Melempar kesalahan dan mencari-cari alasan adalah keahlian atlet profesional yang ketahuan menggunakan doping. Infiltrasi sikap ini ke pelayanan finansial merupakan masalah besar. Orang berintegritas akan bertanggungjawab atas kesalahan yang dibuatnya. Entah murni disebabkan oleh situasi pasar, kejadian tak terduga atau pun kesalahan pribadi.
Pasti klien marah, tapi sebagian besar orang lebih menghargai kejujuran. Cara lain untuk memperhalus dampak kesalahan masa lalu berarti menipu semua klien Anda. Menyembunyikan kesalahan untuk menghasilkan hal baru adalah seperti yang dilakukan mantan bos Nasdaq Bernie Madoff.
3. Membuat Newsletter
Di era sebelum internet ada, penasihat dan profesional investasi akan mengirimkan surat berisi update yang dipersonalisasi kepada klien-klien pilihan. Update ini bukan tips saham dan sejenisnya, tapi komentar mengenai pasar dan kondisi ekonomi. Sekarang semua ini bisa Anda kerjakan dan diberikan ke klien hanya dengan beberapa email.
Sebelum Anda mulai mengirim email massal ke klien, mulailah dulu dengan newsletter cetak. Orang-orang masih lebih senang membaca dokumen tercetak yang dikirim via pos daripada email tak diinginkan.
Ada banyak sekali desain tata letak yang bisa dipilih, jadi sebaiknya fokus saja pada produksi isi suratnya. Kebanyakan newsletter terdiri dari campuran komentar mengenai acara terkini, update spesifik dan saran praktis.
Contohnya, pada 2008 seorang akuntan mungkin menulis tentang bagaimana kurangnya analisis layak bisa berujung pada kekacauan saldo untuk bank-bank. Lalu beralih ke tips sederhana seperti menomori bon belanja/tagihan setiap bulan untuk melacak pengeluaran lebih mudah.
Setiap newsletter harus memiliki indikasi pendekatan pribadi tentang profesi Anda. Gunakan gaya tulisan “Inilah yang saya lakukan dan pikirkan, apakah Anda setuju?” Dengan cara ini, newsletter Anda juga akan jadi perangkat untuk menarik dan menyaring customer potensial, juga membuat persentase mendapatkan klien yang cocok dengan gaya Anda lebih tinggi.
Sebelum Anda mulai mengirim email massal ke klien, mulailah dulu dengan newsletter cetak. Orang-orang masih lebih senang membaca dokumen tercetak yang dikirim via pos daripada email tak diinginkan.
Ada banyak sekali desain tata letak yang bisa dipilih, jadi sebaiknya fokus saja pada produksi isi suratnya. Kebanyakan newsletter terdiri dari campuran komentar mengenai acara terkini, update spesifik dan saran praktis.
Contohnya, pada 2008 seorang akuntan mungkin menulis tentang bagaimana kurangnya analisis layak bisa berujung pada kekacauan saldo untuk bank-bank. Lalu beralih ke tips sederhana seperti menomori bon belanja/tagihan setiap bulan untuk melacak pengeluaran lebih mudah.
Setiap newsletter harus memiliki indikasi pendekatan pribadi tentang profesi Anda. Gunakan gaya tulisan “Inilah yang saya lakukan dan pikirkan, apakah Anda setuju?” Dengan cara ini, newsletter Anda juga akan jadi perangkat untuk menarik dan menyaring customer potensial, juga membuat persentase mendapatkan klien yang cocok dengan gaya Anda lebih tinggi.
4. Beralihlah ke Digital,
Mendorong klien untuk mendaftarkan diri di newsletter edisi online/email Anda pada setiap edisi cetak akan membantu transisi ke edisi digital lebih baik daripada mengirimkan pesan-pesan yang bisa dianggap sebagai spam. Anda juga bisa menggunakan cara yang lebih canggih misalnya, Twitter atau podcast.
5. Lebih Terorganisir,
Ini kelihatannya berlawanan dengan intuisi, tapi seseroang harus membuat standar pendekatan dan pemerliharan klien supaya bisa memberikan pelayanan yang dipersonalisasi. Terorganisir menghemat waktu yang tadinya dibutuhkan untuk mengema layanan Anda untuk setiap kemauan dan kebutuhan klien.
Setiap profesi punya siklus alami. Akuntan seperti dokter gigi, biasanya bertemu klien setahun sekali. Sementara penasihat keuangan atau broker mungkin berurusan dengan klien setiap 3 bulan sekali, sebulan sekali atau bahkan setiap hari.
Penting untuk menjaga waktu reguler bertemu muka atau telepon bersama setiap klien dalam setiap siklus dan selalu mencatat setiap rapat. Menyimpan data klien yang ada catatan dari pertemuan sebelumnya adalah cara tak ternilai untuk mengetahui bahwa perhatian klien Anda berubah dari waktu ke waktu. Hal ini membantu Anda menyesuaikan pendekatan dan mengenali pola klien sebelum masalah bertambah besar.
Tidak selalu harus ada tujuan/maksud dalam setiap follow-up. Mengecek kabar terbaru klien, mengucapkan selamat ulang tahun atau menanyakan hal yang baru didiskusikan beberapa waktu lalu paling-paling hanya butuh lima menit.
Setiap profesi punya siklus alami. Akuntan seperti dokter gigi, biasanya bertemu klien setahun sekali. Sementara penasihat keuangan atau broker mungkin berurusan dengan klien setiap 3 bulan sekali, sebulan sekali atau bahkan setiap hari.
Penting untuk menjaga waktu reguler bertemu muka atau telepon bersama setiap klien dalam setiap siklus dan selalu mencatat setiap rapat. Menyimpan data klien yang ada catatan dari pertemuan sebelumnya adalah cara tak ternilai untuk mengetahui bahwa perhatian klien Anda berubah dari waktu ke waktu. Hal ini membantu Anda menyesuaikan pendekatan dan mengenali pola klien sebelum masalah bertambah besar.
Tidak selalu harus ada tujuan/maksud dalam setiap follow-up. Mengecek kabar terbaru klien, mengucapkan selamat ulang tahun atau menanyakan hal yang baru didiskusikan beberapa waktu lalu paling-paling hanya butuh lima menit.
6. Ciptakan Jaringan Lebih Alami,
Bahkan profesional yang bertahan melalui referensi seringkali menggunakan jaringan pribadi mereka. Mengetahui bisnis atau pekerjaan apa yang digeluti klien bisa membantu Anda membangun jaringan referensi. Meski teknologi sudah sangat maju, banyak klien yang masih bisa didapatkan hanya lewat strategi mulut ke mulut.
Orang-orang biasanya bertanya ke teman, saudara atau rekan kerja saat ingin tahu siapa pengacara, broker asuransi atau agen properti yang bagus dan terpercaya. Dengan menjaga organisasi level tinggi dan kontak dengan klien, secara alami Anda akan jadi pilihan utama ketika salah satu teman mereka mencari referensi. Jika Anda bisa mengembalikan jasa mereka suatu hari, hal ini akan menguatkan hubungan antara Anda dengan klien-klien Anda.
Orang-orang biasanya bertanya ke teman, saudara atau rekan kerja saat ingin tahu siapa pengacara, broker asuransi atau agen properti yang bagus dan terpercaya. Dengan menjaga organisasi level tinggi dan kontak dengan klien, secara alami Anda akan jadi pilihan utama ketika salah satu teman mereka mencari referensi. Jika Anda bisa mengembalikan jasa mereka suatu hari, hal ini akan menguatkan hubungan antara Anda dengan klien-klien Anda.
KESIMPULAN:
Rahasia menjaga klien adalah konsisten. Anda selalu bisa melakukan hal-hal seperti meningkatkan layanan atau menawarkan diskon demi menarik lebih banyak bisnis semasa sulit. Tapi Anda harus menetapkan standar minimum yang tidak pernah goyah, meski ada aliran klien baru yang menggoda Anda untuk mendepak klien lama. Integritas profesional berarti selalu konsisten dalam kondisi ekonomi apa pun.
Disadur dari: Detik.com
Salam Dahsyat,
Bayu Prasetyo
Pengusaha, Motivator Indonesia, Konsultan Bisnis
Follow: @MotivaBisnis dan @GrowYourSelfID
Readmore..
Langganan:
Postingan (Atom)